Hadits 45: Kesempurnaan Islam
Posted by: Admin Posted date: 13.41 / comment : 0
Alhamdulillah, kita kembali bertemu dalam rubrik Hadits yang kini memasuki pembahasan hadits ke-45 dari Shahih Bukhari, masih berada di bawah Kitab Al-Iman (ŁŲŖŲ§ŲØ Ų§ŁŲ„ŁŁ
Ų§Ł). Karena di dalam hadits ke-45 ini disebutkan surat Al Maidah ayat 3 yang menjelaskan tentang kesempurnaan Islam, maka pembahasan hadits ini diberi judul "Kesempurnaan Islam"
Berikut ini matan (redaksi) hadits Shahih Bukhari ke-45:
Ų¹َŁْ Ų¹ُŁ َŲ±َ ŲØْŁِ Ų§ŁْŲ®َŲ·َّŲ§ŲØِ Ų£َŁَّ Ų±َŲ¬ُŁŲ§ً Ł ِŁَ Ų§ŁْŁَŁُŁŲÆِ ŁَŲ§Łَ ŁَŁُ ŁَŲ§ Ų£َŁ ِŁŲ±َ Ų§ŁْŁ ُŲ¤ْŁ ِŁِŁŁَ ، Ų¢ŁَŲ©ٌ ŁِŁ ŁِŲŖَŲ§ŲØِŁُŁ ْ ŲŖَŁْŲ±َŲ”ُŁŁَŁَŲ§ ŁَŁْ Ų¹َŁَŁْŁَŲ§ Ł َŲ¹ْŲ“َŲ±َ Ų§ŁْŁَŁُŁŲÆِ ŁَŲ²َŁَŲŖْ ŁŲ§َŲŖَّŲ®َŲ°ْŁَŲ§ Ų°َŁِŁَ Ų§ŁْŁَŁْŁ َ Ų¹ِŁŲÆًŲ§ . ŁَŲ§Łَ Ų£َŁُّ Ų¢ŁَŲ©ٍ ŁَŲ§Łَ ( Ų§ŁْŁَŁْŁ َ Ų£َŁْŁ َŁْŲŖُ ŁَŁُŁ ْ ŲÆِŁŁَŁُŁ ْ ŁَŲ£َŲŖْŁ َŁ ْŲŖُ Ų¹َŁَŁْŁُŁ ْ ŁِŲ¹ْŁ َŲŖِŁ ŁَŲ±َŲ¶ِŁŲŖُ ŁَŁُŁ ُ Ų§ŁŲ„ِŲ³ْŁŲ§َŁ َ ŲÆِŁŁًŲ§ ) . ŁَŲ§Łَ Ų¹ُŁ َŲ±ُ ŁَŲÆْ Ų¹َŲ±َŁْŁَŲ§ Ų°َŁِŁَ Ų§ŁْŁَŁْŁ َ ŁَŲ§ŁْŁ َŁَŲ§Łَ Ų§ŁَّŲ°ِŁ ŁَŲ²َŁَŲŖْ ŁِŁŁِ Ų¹َŁَŁ Ų§ŁŁَّŲØِŁِّ - ŲµŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ ŁŲ³ŁŁ - ŁَŁُŁَ ŁَŲ§Ų¦ِŁ ٌ ŲØِŲ¹َŲ±َŁَŲ©َ ŁَŁْŁ َ Ų¬ُŁ ُŲ¹َŲ©ٍ
Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang Yahudi yang berkata kepadanya, “Wahai Amirul Mukminin, ada sebuah ayat dalam kitab kalian yang jika diturunkan kepada kami, maka kami akan menjadikan hari turunnya ayat itu sebagai hari raya.” Umar pun bertanya, “Ayat manakah yang kau maksud?” Orang itu menjawab, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan Kuridhai Islam sebagai agamamu.” Umar berkata, “Kami tahu hari dan tempat diturunkan ayat tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu pada saat beliau berada di Arafa pada hari Jum’at.”
Penjelasan Hadits
Ų£َŁَّ Ų±َŲ¬ُŁŲ§ً Ł ِŁَ Ų§ŁْŁَŁُŁŲÆِ
Bahwa ada seorang laki-laki Yahudi
Menurut Imam Ath Thabari dan Imam Thabrani, seorang Yahudi pada hadits di atas adalah Ka’ab Al Ahbar. Jika hadits ini dikompromikan dengan hadits lainnya, yakni pada kitab Maghazi nantinya, pada saat itu yang menemui Umar adalah sekelompok Yahudi, lalu Ka’ab Al Ahbar menjadi wakil/juru bicaranya.
ŁَŲ§ Ų£َŁ ِŁŲ±َ Ų§ŁْŁ ُŲ¤ْŁ ِŁِŁŁَ ، Ų¢ŁَŲ©ٌ ŁِŁ ŁِŲŖَŲ§ŲØِŁُŁ ْ ŲŖَŁْŲ±َŲ”ُŁŁَŁَŲ§ ŁَŁْ Ų¹َŁَŁْŁَŲ§ Ł َŲ¹ْŲ“َŲ±َ Ų§ŁْŁَŁُŁŲÆِ ŁَŲ²َŁَŲŖْ ŁŲ§َŲŖَّŲ®َŲ°ْŁَŲ§ Ų°َŁِŁَ Ų§ŁْŁَŁْŁ َ Ų¹ِŁŲÆًŲ§
Wahai Amirul Mukminin, ada sebuah ayat dalam kitab kalian yang jika diturunkan kepada kami, maka kami akan menjadikan hari turunnya ayat itu sebagai hari raya
Maksud “akan kami jadikan” (ŁŲ§َŲŖَّŲ®َŲ°ْŁَŲ§) adalah mengagungkan hari tersebut dan menjadikannya sebagai hari raya. Sebab hari itu agama telah disempurnakan oleh Allah.
Ų§ŁْŁَŁْŁ َ Ų£َŁْŁ َŁْŲŖُ ŁَŁُŁ ْ ŲÆِŁŁَŁُŁ ْ ŁَŲ£َŲŖْŁ َŁ ْŲŖُ Ų¹َŁَŁْŁُŁ ْ ŁِŲ¹ْŁ َŲŖِŁ ŁَŲ±َŲ¶ِŁŲŖُ ŁَŁُŁ ُ Ų§ŁŲ„ِŲ³ْŁŲ§َŁ َ ŲÆِŁŁًŲ§
Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan Kuridhai Islam sebagai agamamu
Inilah ayat yang menjelaskan bahwa Islam telah disempurnakan Allah. Inilah ayat yang menegaskan kesempurnaan Islam. Yaitu surat Al Maidah ayat 3. Kesempurnaan Islam ini adalah nikmat yang sangat besar, sehingga orang Yahudi menyarankan menjadikan hari itu sebagai hari raya yang diperingati, diingat dan disyukuri.
Menjelaskan ayat ini, Ibnu Katsir di dalam tafsirnya mengatakan, "Ini merupakan nikmat Allah yang paling besar kepada umat ini, karena Allah telah menyempurnakan bagi mereka agama mereka; mereka tidak memerlukan lagi agama yang lain, tidak pula memerlukan nabi yang lain."
Ibnu Abbas berkata mengenai ayat ini, "Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitahukan kepada Nabi-Nya dan orang-orang mukmin bahwa Dia telah menyempurnakan Islam untuk mereka, karena itu Islam tidak memerlukan tambahan lagi selamanya. Allah telah mencukupkannya dan tidak akan menguranginya. Dan Allah telah ridha kepadanya, maka Dia tidak akan pernah membencinya."
Sayyid Quthb di dalam tafsir Fi Zhilalil Qur'an menjelaskan bahwa dalam berinteraksi dengan ayat ini, orang-orang yang beriman harus memiliki tiga sikap:
Pertama, ia meyakini kesempurnaan Islam, bahwa Islam tidak memiliki kekurangan. Syariat Islam berlaku untuk semua manusia, di semua tempat dan segala zaman. Kesempurnaan iman adalah dengan menjalankan seluruh syariat Islam yang sempurna ini.
Kedua, ia menyadari nikmat besar berupa Islam dan iman. Nikmat besar itulah yang menjamin eksistensinya sebagai manusia. Tanpa membebaskan diri dari segala sesembahan sehingga hanya menyembah Allah serta menjadikan syariat Islam sebagai peraturan hidupnya, tanpa itu, ia sesungguhnya tidak memiliki eksistensi sebagai manusia.
Ketiga, ia ridha kepada Islam yang telah diridhai oleh Allah. Ia menyadari bahwa orang-orang yang beriman adalah orang yang telah dipilih Allah, dan dengan kesadaran itu ia berupaya istiqamah dengan segenap kemampuan dan kekuatan.
Ų°َŁِŁَ Ų§ŁْŁَŁْŁ َ ŁَŲ§ŁْŁ َŁَŲ§Łَ Ų§ŁَّŲ°ِŁ ŁَŲ²َŁَŲŖْ ŁِŁŁِ Ų¹َŁَŁ Ų§ŁŁَّŲØِŁِّ - ŲµŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ ŁŲ³ŁŁ - ŁَŁُŁَ ŁَŲ§Ų¦ِŁ ٌ ŲØِŲ¹َŲ±َŁَŲ©َ ŁَŁْŁ َ Ų¬ُŁ ُŲ¹َŲ©ٍ
Kami tahu hari dan tempat diturunkan ayat tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu pada saat beliau berada di Arafah pada hari Jum’at
Mungkin sebagian orang berpikir bahwa jawaban Umar tidak ada hubungannya dengan kata-kata Ka’ab Al Ahbar. Padahal jawaban Umar tersebut justru menyatakan bahwa umat Islam bahwa hari turunnya ayat tersebut justru bertepatan dengan dua hari raya. Bukan hanya satu. Yakni hari Jum’at dan hari Arafah.
Pada riwayat Thabrani, ada tambahan tegas: (wahumaa ‘iidaanan)“dan keduanya adalah hari raya”. Sedangkan pada riwayat Tirmidzi memakai lafadz, “Seorang Yahudi menanyakan tentang hal tersebut, maka dia berkata, ‘Ayat tersebut turun pada dua hari raya, yaitu hari Jum’at dan hari Arafah.
As-Sadi menguatkan bahwa setelah turunnya ayat tersebut tak ada lagi ayat halal dan haram sesudahnya.
Lalu apa korelasi hadits ini dengan iman yang menjadi judul kitab ini? Atau, mengapa Imam Bukhari memasukkan hadits ini ke dalam kitab iman, bahkan dalam judul bab bertambah dan berkurangya iman? Sebab, Islam yang telah sempurna, jika ia diyakini dan dijalankan seluruhnya, berarti pelakunya telah mencapai iman yang sempurna. Jika ada bagian dalam syariat Islam yang tidak dijalaninya, maka imannya juga berkurang sebanding dengan apa yang ia langgar.
Pelajaran Hadits
Pelajaran yang bisa diambil dari hadits ini diantaranya adalah:
1. Islam telah mencapai kesempurnaan, Islam adalah agama yang sempurna. Allah Ta'ala menjaminnya melalui surat Al Maidah ayat 3;
2. Ketika seluruh ajaran Islam diyakini dan diamalkan, itulah kondisi iman yang sempurna. Sedangkan jika ada hal yang tidak dijalankan, imannya berkurang sesuai dengan kadar yang ia tinggalkan;
3. Orang Yahudi un mengetahui bahwa Islam adalah agama yang sempurna;
4. Ayat tentang kesempurnaan Islam (QS. Al Maidah : 3) diturunkan Allah pada haji wada' di hari Arafah bertepatan dengan hari Jumat;
5. Hari Arafah adalah bagian dari hari raya Idul Adha, sedangkan hari Jum'at adalah hari raya pekanan bagi umat Islam.
Demikian hadits ke-45 Shahih Bukhari dan penjelasannya. Semoga kita mendapatkan taufiq dari Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk senantiasa berupaya menyempurnakan iman sebagaimana kesempurnaan Islam. Wallaahu a'lam bish shawab.[]
Berikut ini matan (redaksi) hadits Shahih Bukhari ke-45:
Ų¹َŁْ Ų¹ُŁ َŲ±َ ŲØْŁِ Ų§ŁْŲ®َŲ·َّŲ§ŲØِ Ų£َŁَّ Ų±َŲ¬ُŁŲ§ً Ł ِŁَ Ų§ŁْŁَŁُŁŲÆِ ŁَŲ§Łَ ŁَŁُ ŁَŲ§ Ų£َŁ ِŁŲ±َ Ų§ŁْŁ ُŲ¤ْŁ ِŁِŁŁَ ، Ų¢ŁَŲ©ٌ ŁِŁ ŁِŲŖَŲ§ŲØِŁُŁ ْ ŲŖَŁْŲ±َŲ”ُŁŁَŁَŲ§ ŁَŁْ Ų¹َŁَŁْŁَŲ§ Ł َŲ¹ْŲ“َŲ±َ Ų§ŁْŁَŁُŁŲÆِ ŁَŲ²َŁَŲŖْ ŁŲ§َŲŖَّŲ®َŲ°ْŁَŲ§ Ų°َŁِŁَ Ų§ŁْŁَŁْŁ َ Ų¹ِŁŲÆًŲ§ . ŁَŲ§Łَ Ų£َŁُّ Ų¢ŁَŲ©ٍ ŁَŲ§Łَ ( Ų§ŁْŁَŁْŁ َ Ų£َŁْŁ َŁْŲŖُ ŁَŁُŁ ْ ŲÆِŁŁَŁُŁ ْ ŁَŲ£َŲŖْŁ َŁ ْŲŖُ Ų¹َŁَŁْŁُŁ ْ ŁِŲ¹ْŁ َŲŖِŁ ŁَŲ±َŲ¶ِŁŲŖُ ŁَŁُŁ ُ Ų§ŁŲ„ِŲ³ْŁŲ§َŁ َ ŲÆِŁŁًŲ§ ) . ŁَŲ§Łَ Ų¹ُŁ َŲ±ُ ŁَŲÆْ Ų¹َŲ±َŁْŁَŲ§ Ų°َŁِŁَ Ų§ŁْŁَŁْŁ َ ŁَŲ§ŁْŁ َŁَŲ§Łَ Ų§ŁَّŲ°ِŁ ŁَŲ²َŁَŲŖْ ŁِŁŁِ Ų¹َŁَŁ Ų§ŁŁَّŲØِŁِّ - ŲµŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ ŁŲ³ŁŁ - ŁَŁُŁَ ŁَŲ§Ų¦ِŁ ٌ ŲØِŲ¹َŲ±َŁَŲ©َ ŁَŁْŁ َ Ų¬ُŁ ُŲ¹َŲ©ٍ
Penjelasan Hadits
Ų£َŁَّ Ų±َŲ¬ُŁŲ§ً Ł ِŁَ Ų§ŁْŁَŁُŁŲÆِ
Menurut Imam Ath Thabari dan Imam Thabrani, seorang Yahudi pada hadits di atas adalah Ka’ab Al Ahbar. Jika hadits ini dikompromikan dengan hadits lainnya, yakni pada kitab Maghazi nantinya, pada saat itu yang menemui Umar adalah sekelompok Yahudi, lalu Ka’ab Al Ahbar menjadi wakil/juru bicaranya.
ŁَŲ§ Ų£َŁ ِŁŲ±َ Ų§ŁْŁ ُŲ¤ْŁ ِŁِŁŁَ ، Ų¢ŁَŲ©ٌ ŁِŁ ŁِŲŖَŲ§ŲØِŁُŁ ْ ŲŖَŁْŲ±َŲ”ُŁŁَŁَŲ§ ŁَŁْ Ų¹َŁَŁْŁَŲ§ Ł َŲ¹ْŲ“َŲ±َ Ų§ŁْŁَŁُŁŲÆِ ŁَŲ²َŁَŲŖْ ŁŲ§َŲŖَّŲ®َŲ°ْŁَŲ§ Ų°َŁِŁَ Ų§ŁْŁَŁْŁ َ Ų¹ِŁŲÆًŲ§
Maksud “akan kami jadikan” (ŁŲ§َŲŖَّŲ®َŲ°ْŁَŲ§) adalah mengagungkan hari tersebut dan menjadikannya sebagai hari raya. Sebab hari itu agama telah disempurnakan oleh Allah.
Ų§ŁْŁَŁْŁ َ Ų£َŁْŁ َŁْŲŖُ ŁَŁُŁ ْ ŲÆِŁŁَŁُŁ ْ ŁَŲ£َŲŖْŁ َŁ ْŲŖُ Ų¹َŁَŁْŁُŁ ْ ŁِŲ¹ْŁ َŲŖِŁ ŁَŲ±َŲ¶ِŁŲŖُ ŁَŁُŁ ُ Ų§ŁŲ„ِŲ³ْŁŲ§َŁ َ ŲÆِŁŁًŲ§
Inilah ayat yang menjelaskan bahwa Islam telah disempurnakan Allah. Inilah ayat yang menegaskan kesempurnaan Islam. Yaitu surat Al Maidah ayat 3. Kesempurnaan Islam ini adalah nikmat yang sangat besar, sehingga orang Yahudi menyarankan menjadikan hari itu sebagai hari raya yang diperingati, diingat dan disyukuri.
Menjelaskan ayat ini, Ibnu Katsir di dalam tafsirnya mengatakan, "Ini merupakan nikmat Allah yang paling besar kepada umat ini, karena Allah telah menyempurnakan bagi mereka agama mereka; mereka tidak memerlukan lagi agama yang lain, tidak pula memerlukan nabi yang lain."
Ibnu Abbas berkata mengenai ayat ini, "Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitahukan kepada Nabi-Nya dan orang-orang mukmin bahwa Dia telah menyempurnakan Islam untuk mereka, karena itu Islam tidak memerlukan tambahan lagi selamanya. Allah telah mencukupkannya dan tidak akan menguranginya. Dan Allah telah ridha kepadanya, maka Dia tidak akan pernah membencinya."
Sayyid Quthb di dalam tafsir Fi Zhilalil Qur'an menjelaskan bahwa dalam berinteraksi dengan ayat ini, orang-orang yang beriman harus memiliki tiga sikap:
Pertama, ia meyakini kesempurnaan Islam, bahwa Islam tidak memiliki kekurangan. Syariat Islam berlaku untuk semua manusia, di semua tempat dan segala zaman. Kesempurnaan iman adalah dengan menjalankan seluruh syariat Islam yang sempurna ini.
Kedua, ia menyadari nikmat besar berupa Islam dan iman. Nikmat besar itulah yang menjamin eksistensinya sebagai manusia. Tanpa membebaskan diri dari segala sesembahan sehingga hanya menyembah Allah serta menjadikan syariat Islam sebagai peraturan hidupnya, tanpa itu, ia sesungguhnya tidak memiliki eksistensi sebagai manusia.
Ketiga, ia ridha kepada Islam yang telah diridhai oleh Allah. Ia menyadari bahwa orang-orang yang beriman adalah orang yang telah dipilih Allah, dan dengan kesadaran itu ia berupaya istiqamah dengan segenap kemampuan dan kekuatan.
Ų°َŁِŁَ Ų§ŁْŁَŁْŁ َ ŁَŲ§ŁْŁ َŁَŲ§Łَ Ų§ŁَّŲ°ِŁ ŁَŲ²َŁَŲŖْ ŁِŁŁِ Ų¹َŁَŁ Ų§ŁŁَّŲØِŁِّ - ŲµŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ ŁŲ³ŁŁ - ŁَŁُŁَ ŁَŲ§Ų¦ِŁ ٌ ŲØِŲ¹َŲ±َŁَŲ©َ ŁَŁْŁ َ Ų¬ُŁ ُŲ¹َŲ©ٍ
Mungkin sebagian orang berpikir bahwa jawaban Umar tidak ada hubungannya dengan kata-kata Ka’ab Al Ahbar. Padahal jawaban Umar tersebut justru menyatakan bahwa umat Islam bahwa hari turunnya ayat tersebut justru bertepatan dengan dua hari raya. Bukan hanya satu. Yakni hari Jum’at dan hari Arafah.
Pada riwayat Thabrani, ada tambahan tegas: (wahumaa ‘iidaanan)“dan keduanya adalah hari raya”. Sedangkan pada riwayat Tirmidzi memakai lafadz, “Seorang Yahudi menanyakan tentang hal tersebut, maka dia berkata, ‘Ayat tersebut turun pada dua hari raya, yaitu hari Jum’at dan hari Arafah.
As-Sadi menguatkan bahwa setelah turunnya ayat tersebut tak ada lagi ayat halal dan haram sesudahnya.
Lalu apa korelasi hadits ini dengan iman yang menjadi judul kitab ini? Atau, mengapa Imam Bukhari memasukkan hadits ini ke dalam kitab iman, bahkan dalam judul bab bertambah dan berkurangya iman? Sebab, Islam yang telah sempurna, jika ia diyakini dan dijalankan seluruhnya, berarti pelakunya telah mencapai iman yang sempurna. Jika ada bagian dalam syariat Islam yang tidak dijalaninya, maka imannya juga berkurang sebanding dengan apa yang ia langgar.
Pelajaran Hadits
Pelajaran yang bisa diambil dari hadits ini diantaranya adalah:
1. Islam telah mencapai kesempurnaan, Islam adalah agama yang sempurna. Allah Ta'ala menjaminnya melalui surat Al Maidah ayat 3;
2. Ketika seluruh ajaran Islam diyakini dan diamalkan, itulah kondisi iman yang sempurna. Sedangkan jika ada hal yang tidak dijalankan, imannya berkurang sesuai dengan kadar yang ia tinggalkan;
3. Orang Yahudi un mengetahui bahwa Islam adalah agama yang sempurna;
4. Ayat tentang kesempurnaan Islam (QS. Al Maidah : 3) diturunkan Allah pada haji wada' di hari Arafah bertepatan dengan hari Jumat;
5. Hari Arafah adalah bagian dari hari raya Idul Adha, sedangkan hari Jum'at adalah hari raya pekanan bagi umat Islam.
Demikian hadits ke-45 Shahih Bukhari dan penjelasannya. Semoga kita mendapatkan taufiq dari Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk senantiasa berupaya menyempurnakan iman sebagaimana kesempurnaan Islam. Wallaahu a'lam bish shawab.[]
About Admin
This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Posts
-
Nifaq atau kemunafikan adalah penyakit yang sangat berbahaya, sehingga para sahabat yang sangat kuat keimanannya pun takut jika dirinya di...
-
Kelak di akhirat, untuk bisa masuk surga setiap orang harus berhasil melewati shirath. Dari hadits terdahulu kita tahu bahwa ada manusia y...
-
“Ustadzah itu begini dan begitu...” kata itu tertulis pada sebuah kertas yang ditaruh di atas tempat tidur teman saya. Sesaat setelah mem...
-
Terkadang, dalam hidup ini, ada wanita shalihah yang berpisah dengan suaminya. Baik karena bercerai atau suaminya meninggal dunia. Lalu, w...
-
Seorang muslimah yang baru saja menikah bertanya kepada Syaikh Ahmad Kutty tentang cara bertaubat dari zina yang ia lakukan sebelum menika...
-
Manusia (Adam) diciptakan Allah dari tanah. Iblis diciptakan Allah dari api. Malaikat diciptakan Allah dari cahaya. Lalu, bidadari dicipta...
-
Dalam Islam, berkeluarga bukanlah sekedar mengejar kebahagiaan dunia dan memenuhi kebutuhan biologis. Lebih dari itu, keluarga di dalam I...
-
Alhamdulillah, kita kembali bertemu dalam rubrik Hadits yang kini memasuki pembahasan hadits ke-45 dari Shahih Bukhari , masih berada di ...
-
Ketika seorang muslim berhadats besar (junub), maka ia wajib mandi agar kembali suci. Berikut ini tata cara mandi wajib sesuai tuntunan Ra...
-
Sebelumnya, kita telah membahas 3 Keutamaan Wudhu . Bahwa sebagaimana disabdakan Rasulullah dalam hadits-haditsnya, anggota wudhu akan b...
Comments
LINK
http://www.bersamadakwah.com/
- AL-QUR'AN TRANSLATION in MULTI-LANGUAGES
- Al- Qur'an Online
- Al-Qur'an Explorer
- Download Tafsir Ibnu Katsir
- Hadits Online
- ISLAM EVENTS
- ISLAM TOMORROW
- As-Sunnah ME
- An-Nashihah
- Al-Furqon
- Tuntunan Sholat
- Ibnu Taimiyyah
- Syi'ah
- Negara Islam Indonesia
- Islam Jama'ah (LDII)
- Majelis Tafsir Al-qur'an (MTA)
- Hizbut Tahrir
- Ka'bah Real Time
- Arah Qiblat
- Konversi Masehi - Hijriyah
- Kurs Dinar & Dirham
- Software Warisan (Aplikasi)
- Software Warisan (Pascal)
- Keruntuhan Teori Evolusi
- Komunitas Open Source
- Iptek
- OKE
- Fisika Asyik
- Web Kimia Indonesia
- Website Pendidikan
- Crayon Pedia
About Me
Flickr Stream
Latest
Perhitungan pada sistem konversi Masehi – Hijriah ini memungkinkan terjadi selisih H-1 atau H+1 dari tanggal seharusnya untuk tanggal Hijriyah

Tidak ada komentar: